Sabtu, 01 November 2014

PENGOBATAN ala RASULULLAH SAW

Sakit merupakan bagian dari hidup. Meskipun kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kesehatan badan kita, dengan mengkonsumsi makanan halal dan bergizi tinggi, menjalani pola hidup yang sehat, dan rajin melakukan cek medis. Kalau Allah menghendaki hamba-Nya sakit, maka sakitlah hamba itu. Karena sakit sudah merupakan sunnatullah dalam kehidupan makhluk-Nya.

Allah befirman :

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS Al-Anbiya’: 35) 

Rasulullah SAW bersabda, “Bencana itu akan selalu menghiasi hidup seorang mu’min atau mu’minah, pada jasad, harta dan anaknya sehingga ia bertemu dengan Allah dan dirinya tidak dikotori dosa sedikitpun.” (HR Ahmad no.7521). Dalam riwayat lain, “Sesungguhnya besarnya pahala bergantung pada besarnya ujian. Dan apabila Allah mencintai suatu kaum, Dia akan mengujinya. Dan barangsiapa yang rela, maka ia mendapatkan ridho-Nya. Dan barangsiapa yang marah, maka ia akan mendapatkan murka-Nya.” (HR Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani).

Rasulullah sendiri juga pernah mengalami sakit. Dan sakit beliau sangat dahsyat. Sebagaimana yang diceritakan Aisyah, “Saya belum pernah melihat orang yang sakitnya sangat dahsyat melebihi sakitnya Rasulullah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Seruan Untuk Berobat

Sikap yang paling tepat saat sakit adalah bersabar. Bersabar dalam artian menyadari bahwa sakit yang dirasakan adalah ujian dari Allah SWT. Dan hanya kepada-Nyalah kita memohon kesembuhan. Karena hanya Dialah yang mampu memberikan kesembuhan.

Setelah itu, apabila kita hendak berusaha untuk berobat atau mencari kesembuhan, hal itu tidaklah dilarang, dan bukan merupakan bentuk ketidaksabaran. Bahkan berobat adalah anjuran Rasulullah SAW kepada orang yang sakit. Hanya saja kita harus selektif dalam memilih obat dan dalam meminta bantuan kepada seseorang untuk memberikan pengobatan.

عن أبي الدرداء قال: قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم- : إن الله أنزل الداء و الدواء، وجعل لكل داء دواء.فتداووا، ولا تداوو بحرام. (رواه أبو داود)
Abu Darda’ berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit beserta obatnya, dan Dia menjadikan obat bagi setiap penyakit. Maka dari itu, berobatlah kalian. Dan janganlah kalian berobat dengan sesuatu yang haram.” (HR. Abu Dawud no. 3376).

Rambu-rambu Berobat

Syari’at Islam telah menjelaskan kepada kita akan adanya halal dan haram. Kita diperintahkan untuk mengkonsumsi yang halal dan meninggalkan yang haram, termasuk dalam berobat. Karena berobat adalah seruan dan perintah Rasulullah SAW. Berarti berobat adalah bagian dari ibadah. Oleh karena itu kita harus tetap memperhatikan rambu-rambu syari’at dalam berobat.


1.Hindari yang beraroma syirik.

Syirik adalah dosa terbesar yang tidak akan diampuni oleh Allah SWT bila pelakunya tidak segera bertaubat. Kesyirikan dalam berobat di antaranya adalah mendatangi dukun, orang pintar atau tukang sihir. Melakukan ritual yang menyimpang, menyembelih hewan untuk selain Allah, menyediakan sesajen atau mempersembahkan tumbal. Apabila kita mendatangi praktik pengobatan, pastikanlah bahwa praktik pengobatan itu bebas dari kesyirikan.

عن أبي هريرة و الحسن عن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال: من أتى كاهنا أو عرافا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد – صلى الله عليه وسلم-. (رواه أحمد) 

Abu Hurairah dan Al-Hasan berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mendatangi dukun atau peramal, lalu membenarkan apa yang dikatakannya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW (Al-Qur’an dan Al-Hadits).” (HR. Ahmad, no. 9171).

2.Tinggalkan yang haram

Jika dalam mencari kesembuhan kita dianjurkan untuk meminum obat atau ramuan tertentu, maka pastilah bahwa obat atau ramuan tersebut halal, bebas dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT. Karena sesungguhnya Allah tidak akan meletakkan obatnya pada sesuatu yang haram. Jika ada orang yang mengkonsumsi obat yang haram lalu ia sembuh, kesembuhannya adalah perangkap setan. Jika ia tidak segera menyadarinya, maka ia akan masuk ke perangkap setan yang lebih dalam. Ia akan tersesat jauh, bahkan akan menyesatkan orang lain.

عن أم سلمة – رضي الله عنها – قالت : قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : إن الله لم يجعل شفاءكم في حرام. (رواه ابن حبان) 

Dari Ummu Salamah berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT tidak akan menjadikan kesembuhan kalian pada sesuatu yang haram.” (HR. Ibnu Hibban).

3.Pengobat dan obat hanya penyebab

Ketahuilah bahwa obat yang kita minum hanyalah perantara atau penyebab kesembuhan. Kesembuhan sebenarnya datangnya dari Allah SWT. Allah Maha Kuasa untuk menyembuhkan seseorang tanpa melalui obat, sebagaimana Dia memberikan kesembuhan berbarengan dengan obat yang diminum oleh orang yang sakit.

sumber:http://mukzizatislam.blogspot.com/2012/12/pengobatan-ala-rasulullah-saw.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar