Senin, 03 November 2014

Biografi singkat Thariq bin Ziyad

Thariq bin Ziyad berasal dari bangsa Barbar, suku Nafza. Dia merupakan bekas seorang budak yang kemudian dimerdekakan oleh Musa bin Nushair, Gubernur Islam di Afrika Utara. Di tangan Musa bin Nushair, Thariq memeluk agama Islam bersama orang-orang Barbar lainnya yang tunduk di bawah kekuasaannya setelah penaklukkan daerah Tanja. Di kisahkan bahawa setelah masuk Islam, mereka menjalankan agama Islam dengan baik. Oleh kerana itu, sebelum Musa pulang ke Afrika, beliau mengutus beberapa orang Arab untuk mengajar mereka Al-Qur’an dan ajaran-ajaran Islam. Setelah itu Musa mengangkat Thariq menjadi penguasa daerah Tanja, ujung Maroko dengan kekuatan 19.000 tentara dari bangsa Barbar, lengkap dengan persenjataannya.
Penaklukan Andalusia (Spanyol) bertepatan dengan kekejaman penjajah Eropa yang pada waktu itu dikuasai oleh Raja Bangsa Gothik yang kejam bernama Raja Roderick. Wanita merasa terancam kesuciannya, petani dikenakan pajak tanah yang tinggi, dan banyak lagi penindasan yang tak berperikemanausiaan. Akhirnya Sebagian besar penduduk yang beragama Kristen danYahudi, pindah ke Afrika untuk mendapat ketenangan yang lebih menjanjikan. Saat itu, Afrika adalah sebuah daerah yang makmur dan mempunyai toleransi tinggi karena berada di bawah naungan pemerintahan Islam.
Satu dari jutaan penghijrah itu adalah Julian, Gubernur Ceuta yang puterinya Florinda telah dinodai oleh Roderick. Mereka memohon pada Musa bin Nusair, raja muda Islam di Afrika untuk memerdekakan negeri mereka dari penindasan raja yang zalim itu. Setelah mendapat persetujuan Khalifah, Musa melakukan pengintaian ke arah pantai selatan Spanyol.
Akhirnya, pada bulan Rajab tahun 97 H/711 M, Musa bin Nushair memerintahkan pembantunya Thariq bin Ziyad untuk menyerang Semenanjung Sepanyol dengan memimpin 12.000 tentara Muslim menyeberangi selat antara Afrika dan daratan Eropa yang dipisahkan Lautan Mediterania dengan kapal-kapal pemberian Julian, Gubernur Ceuta.
Setelah mendarat di pantai karang, Thariq dan pasukannya berhadapan dengan 100.000 tentera Visigoth di bawah pimpinan Roderick. Kedatangan pasukan Thariq ini menimbulkan keheranan Tudmir, penguasa setempat yang berada di bawah kekuasaan Raja Roderick, kerana tentara Islam datang dari arah yang tidak diduga-duga, yaitu dari arah laut.
Pada mulanya, jumlah tentara Kristen yang besar ini menciutkan nyali tentara kaum Muslimin. Namun, Thariq mengumpulkan tentara Muslimin di atas sebuah bukit karang, dan Thariq memberi dorongan jihad di atas bukit itu. Bukit itu kini dikenal sebagai Jabal Thariq (bukit Thariq) yang kemudian dinamai Giblatar.
Di atas bukit karang setinggi 425 M di pantai Tenggara Sepanyol inilah Thariq memerintahkan pembakaran semua kapal-kapal yang telah menyeberangkan mereka. Tentu saja perintah ini membuat tentera kaum Muslimin keheranan. “Kenapa Anda melakukan ini?” tanya mereka. “Bagaimana kita akan kembali nanti?” tanya yang lain.
Namun Thariq tenang dan tetap pada pendiriannya. Dengan gagah berani Thariq berseru,
”Kita datang ke sini tidak untuk kembali. Kita hanya punya pilihan, menaklukkan negeri ini dan menetap di sini, atau kita semua syahid”.
Kata-kata Thariq itu bagaikan cambuk yang meledakkan semangat tentara Muslimin. Bala tentara Muslimin yang berjumlah 12,000 orang melawan tentara Gothik yang berkekuatan 100.000 pasukan. Pasukan Kristen jauh lebih unggul baik dalam jumlah maupun persenjataan. Namun semua itu tidak mengecutkan hati pasukan muslim setelah mendengarkan pidato dari Thariq yang menggentarkan jiwa mereka untuk memburu syahid di jalan Allah.
Tanggal 19 Juli 711 M, pasukan Muslimin dan Nasrani bertemu dan bertempur dekat muara sungai Barbate. Thariq memecah pasukannya menjadi 4 kelompok, dan menyebarkan mereka ke Cordoba, Malaga, dan Granada. Sedangkan dia sendiri bersama pasukan utamanya menuju ke Toledo, ibukota Sepanyol. Semua kota-kota itu menyerah tanpa perlawanan berarti. Kecepatan gerak dan kehebatan pasukan Thariq ini berhasil melumpuhkan pasukan tentera bangsa Gothik. Bahkan Raja Roderick sendiri tewas di sungai Barbate. Kemenangan Thariq yang luar biasa ini, menjatuhkan semangat orang-orang Spanyol dan semenjak itu mereka tidak berani lagi menghadapi tentara Islam secara terbuka.
Dalam kitab Tarikh Al-Andalus, disebutkan bahawa sebelum meraih kemenangan ini, Thariq bermimpi melihat Rasulullah s.a.w bersama keempat Khulafa’ur Rasyidin berjalan di atas air untuk menjumpainya, lalu Rasulullah s.a.w memberitakan kabar gembira bahawa dia akan berhasil menaklukkan Andalusia. Rasulullah s.a.w menyuruhnya untuk selalu bersama kaum Muslimin dan menepati janji.
Thariq sebenarnya ingin melakukan seluruh daratan Eropa, tapi Allah berkehendak lain. Saat merencanakan penyerbuan ke negara-negara Eropa, datang panggilan dari Khalifah untuk pergi ke Damaskus. Dengan disiplin dan kepatuhan tinggi, Thariq memenuhi panggilan Khalifah dan berusaha tiba seawal mungkin di Damaskus. Tak lama kemudian, Thariq wafat di sana. Semoga Allah merahmatinya dan membalas segala amal baiknya.
Sumber:http://attafaqquh.wordpress.com/2012/12/28/thariq-bin-ziyad-panglima-islam-penakluk-spanyol/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar